KLB tiba di Yogyakarta pada 4 Januari 1946 dengan selamat. Yogyakarta kemudian ditetapkan sebagai ibukota negara Republik Indonesia untuk sementara waktu. Selama berada di Yogyakarta, selama 1946 Presiden Soekarno kerap melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api menuju daerah-daerah seperti Blitar, Kertosono, Solo, Cilacap, Purwokerto, dan beberapa daerah lainnya di Jawa. Dengan cara itu, presiden Soekarno dapat menemui rakyat Indonesia dan memberikan pidato singkatnya pada setiap stasiun yang ia lewati. Dengan demikian, semangat dan gelora perjuangan kemerdekaan masa revolusi terus dapat dikobarkan oleh presiden Soekarno dari stasiun ke stasiun.
Koran Kedaulatan Rakjat, Edisi 26 Oktober 1946
Koran Kedaulatan Rakyat memberitakan berlakunya uang ORI tanggal 6 Oktober 1946.
Diorama Bung Karno dan Bung Hatta ketika tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta.
karikatur kedatangan Bung Karno dan pejabat pemerintahan dari Djakarta ke Djogdja
Bung Karno disambut Sultan Hamengku Buwono IX di Stasiun Tugu, di halaman Hotel Tentara Yogyakarta.
Seri Loko C28 Kereta Luar Biasa (KLB) yang membawa rombongan Pemerintahan RI dari Jakarta ke Yogyakarta.
Dibyo Pramudjo lahir di Yogyakarta, 29 Oktober 1919
Tim Studi Desain,
Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Jurusan Desain Komunikasi Visual.
Email: banindro@yahoo.com atau m.faizal.rch@gmail.com
atau Anda bisa mengisi kolom komentar disamping ini.