Perlunya Membuat Mata Uang Sendiri

Koran bernama "Berita Repoeblik Indonesia" edisi 15 Desember 1945, memaparkan sejak Indonesia merdeka tidak memiliki mata uang sendiri, sehingga timbul pertanyaan kapankan Republik Indonesia mengeluarkan uang sendiri. Pertanyaan ini tak mengeherankan karena setiap negara yang merdeka mempunyai uang sendiri, sedang di Indonesia beredar uang Jepang. Beredarnya uang Jepang ini mengakibatkan orang Inggris dan bangsa asing lainnya mendapat kesulitan dengan tidak adanya mata uang Indonesia. Tentara Inggris menganjurkan agar Pemerintah Indonesia segera mengeluarkan uang sendiri dengan menentukan kursnya terhadap uang Inggris atau dolar Amerika. (Berita Repoeblik Indonesia 15 Desember 1945, hlm. 4). 

Syafruddin Prawiranegara

Tokoh Penggagas Mata Uang

Adalah Sjafruddin Prawiranegara, yang memiliki sebuah keinginan dan telah dirintis jauh sebelum momentum bersejarah Proklamasi 17-8-45. Sjafrudin adalah salah satu tokoh di balik terbitnya ORI, sang simbol kedaulatan Republik. Sebagai tokoh Komite Nasional Indonesia daerah Priangan, ia menampung usulan dari hasil pertemuan tokoh-tokoh Priangan untuk mengeluarkan mata uang pengganti uang Jepang. Usulan daerah ini kemudian dibawanya ke Jakarta dan menghadap Bung Hatta. (Kusumo, Erwin. 2008. Kronik Penerbitan Oeang Republik Indonesia. Jakarta: Kekal Press)

Susunan Panitia Penyelenggara Pencetakan 
Uang Kertas Republik Indonesia

Pengawas : Ir.R. P. Soerachman
Direktur Bank Rakyat Indonesia : T.R.B
Kementrian Keuangan : H.A. Pandelaki dan R. Aboebakar Winangoen
Kementrian Penerangan : M. Tabrani
Bank Rakyat Indonesia : S.Sugiono 
Kas Negara : E. Kusnadi 
Serikat Buruh : Oesman dan Agoes

Perancang Mata Uang “ORI" Seri Djakarta

Abdulsalam

Lahir di Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah pada 9 April 1913

Soerono

Lahir di Cilacap 22 Agustus 1914

Desain Uang Kertas Seri "Djakarta"

ORI seri I "Djakarta" 17 Oktober 1945 dalam 8 (delapan) pecahan, yaitu 1 sen,5 sen, 10 sen, 1/2 rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah dan 100 rupiah.

Kesibukan rakyat menukarkan uang Jepang dengan Uang Republik Indonesia di Kantor Pos Pasar Baru dan di Bank Negara indonesia Menteng Raya tanggal 29 Oktober 1946

Masa Pendudukan NICA

Kondisi politik Indonesia saat itu menyebabkan pencetakan uang hanya berjalan beberapa bulan saja dilaksanakan di Jakarta, hingga menjelang seluruh pencetakan mata uang ORI selesai pada 15akhir bulan Desember 1945, pencetakan terpaksa dihentikan, hal ini disebabkan karena keadaan kota Jakarta yang tidak aman oleh datangnya tentara Sekutu dan NICA Belanda.

Silahkan Kontak Kami

Tim Studi Desain,
Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Jurusan Desain Komunikasi Visual.

Email: banindro@yahoo.com atau m.faizal.rch@gmail.com

atau Anda bisa mengisi kolom komentar disamping ini.